PMI Kota Cimahi Catat 48 Kali Layanan Kesehatan Diberikan Kepada Pemudik
Kota Cimahi, Suara Pakta.Com- Selama arus mudik dan arus balik lebaran idul fitri 1446 hijriah Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Cimahi mendirikan Posko di depan alun-alun.
Petugas AJR PMI Cimahi, Hardiansyah, saat ditemui wartawan mengatakan, Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Cimahi yang mendirikan posko di Alun-Alun Cimahi turut berperan dalam memberikan pertolongan pertama kepada korban kecelakaan serta pemudik yang membutuhkan layanan kesehatan.
"Selama arus balik, PMI mencatat total 12 kasus kecelakaan lalu lintas dan dua kali respon terhadap bencana pohon tumbang. Sebanyak 48 layanan kesehatan diberikan kepada pemudik dan warga Cimahi.
Bagi pemudik yang ingin beristirahat, bisa di posko PMI. Jika ada yang memerlukan pertolongan pertama, kami juga siap membantu.
“Untuk layanan kesehatan, ada 48 kali tindakan sejak 24 Maret hingga 1 April, salah satunya di daerah Pabrik Aci pada 27 Maret,” ujar Hardiansyah, di Posko PMI Cimahi, Jumat (4/4/2025).
Di posko PMI, pemudik dapat memanfaatkan fasilitas pemeriksaan kesehatan dasar seperti cek tekanan darah dan tempat beristirahat.
Namun, layanan oksigen hanya disediakan bagi mereka yang mengalami gangguan pernapasan ringan, sementara transfusi darah tetap dilakukan di Rumah Sakit Cibabat.
“Kami bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Kota Cimahi. Posko PMI akan tetap beroperasi hingga 7 April 2025,” tambahnya.
Untuk memastikan pelayanan optimal, PMI Cimahi menyiagakan sekitar 100 personel yang bekerja dalam dua shift, mulai pukul 08.00 pagi hingga 08.00 malam, dan shift berikutnya dari pukul 08.00 malam hingga 08.00 pagi.
“Kami mendapat dukungan relawan dari Cimahi, termasuk KSR PT STKIP dan KSR Unjani,” jelas Hardiansyah.
PMI juga menangani korban kecelakaan dengan berbagai tingkat keparahan. Salah satu kasus serius terjadi di Cihanjuang, dekat Taman Kupu-Kupu, di mana tiga korban mengalami patah tulang akibat terjatuh dari mobil pickup pengangkut sayur yang menabrak pembatas jalan.
“Korban berusia 42, 53, dan 54 tahun. Sopirnya mengantuk, lalu menabrak pembatas, menyebabkan para penumpang di bagian belakang terjatuh. Seluruh korban langsung dirujuk ke RS Cibabat,” ungkap Hardiansyah.
Ia juga mengimbau kepada para pemudik agar tidak memaksakan diri jika merasa mengantuk saat berkendara.
“Kalau mengantuk, lebih baik istirahat. Jangan memaksakan diri karena bisa berakibat fatal,” pungkasnya. (Rustandi)
Posting Komentar