Kisah Java Retro Suites: Berbagi Berkah, Merangkul Kaum Pinggiran Sejak 2018
"Setiap Jumat, kami rutin melaksanakan Jumat berkah sasarannya adalah mereka yang benar-benar membutuhkan, seperti kaum Dhuafa di pinggir jalan," ujar Peteus, penuh semangat.
Program ini dimulai dari langkah kecil namun konsisten, menyasar 20 hingga 50 penerima manfaat setiap minggunya. Kini, jangkauannya meluas ke Bandung Barat, Cicalengka, hingga daerah pelosok di Bandung Selatan. Dalam setiap pelaksanaannya, tim Java Retro Suites memastikan bantuan diberikan sesuai kebutuhan, mulai dari seragam ganti di musim hujan, buku, hingga tas sekolah.
"Setiap daerah punya kebutuhan berbeda, makanya kami survei dulu. Kami ingin apa yang diberikan benar-benar bermanfaat," jelasnya.
Peteus berbagi pengalaman menyentuh saat membantu keluarga penyandang disabilitas. "Kalau ibunya difabel, kami bantu ibunya. Kalau anaknya difabel, kami fokus bantu anaknya," ujarnya. Dedikasi ini akan dilanjutkan pada 18 Januari 2025, dengan target bantuan mencapai 250 penerima manfaat.
"Bagi Peteus, berbagi bukan soal besar kecilnya bantuan, melainkan bagaimana merangkul mereka yang sering terlupakan. "Kami tidak memandang agama, suku, atau apa pun. Yang penting, bantuan kami sampai kepada mereka yang benar-benar membutuhkan," katanya.
Kesuksesan program ini tak lepas dari dukungan berbagai pihak, termasuk media. Peteus secara khusus menyampaikan terima kasih kepada wartawan yang turut membantu menyebarkan cerita ini. "Peran mereka sangat besar, karena kabar baik ini bisa menginspirasi lebih banyak orang untuk berbagi," katanya.
"Bagi Peteus, misi ini tak hanya tentang memberi, tapi juga merasakan kebahagiaan bersama. Di setiap Jumat, mereka tidak hanya membawa barang, tetapi juga membawa harapan dan senyum bagi para penerima manfaat.
Kami berharap, program ini bisa terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak orang. Selama ada niat baik dan kerja sama, kami yakin semuanya akan lancar," pungkasnya dengan optimisme.
"Java Retro Suites telah membuktikan bahwa berbagi adalah bahasa universal yang mampu menyatukan dan memberikan harapan. Di tengah hiruk-pikuk kehidupan kota, aksi kecil yang konsisten menjadi cahaya bagi mereka yang hidup di pinggiran.(**)
Posting Komentar