Orang Tua Waspada! Pastikan Anak Tidak Keluar Rumah Setelah Jam 10 Malam
Kota Cimahi, Suara Pakta.Com – Suasana berbeda terasa di aula SMAN 3 Cimahi pada Jumat (20/12/2024). Kegiatan pembagian rapot yang biasanya berlangsung biasa saja, kali ini dibalut dengan momen haru. Tangis para orang tua dan siswa pecah saat Polres Cimahi menggelar kegiatan parenting sebagai bekal menghadapi tantangan pola asuh di musim libur sekolah.
Kegiatan ini diinisiasi oleh Polres Cimahi bekerja sama dengan pihak sekolah dan Kantor Cabang Dinas Pendidikan (KCD) wilayah Cimahi. Wakapolres Cimahi, Kompol Andry Frans Ferdiawan, menuturkan bahwa parenting ini bertujuan untuk memperkuat pola asuh yang sehat antara orang tua dan anak.
“Tujuannya adalah bagaimana menjaga pola asuh yang diberikan orang tua kepada anak dengan kegiatan yang sederhana namun bermakna,” ujar Andry.
Dalam sesi tersebut, orang tua dan siswa diajak menonton cuplikan film pendek yang mengandung pesan mendalam. Film ini mengangkat tema pentingnya apresiasi kecil dalam kehidupan keluarga.
“Dari nonton film, kita belajar betapa pentingnya parenting untuk kehidupan keluarga, khususnya dalam pendidikan anak,” kata Andry.
Film pendek itu membawa refleksi yang kuat. Orang tua terlihat terharu saat menyaksikan adegan sederhana, seperti seorang anak yang memberikan perhatian kecil kepada orang tuanya. “Hal kecil seperti ini sering terabaikan karena keterbatasan waktu atau kesempatan,” tambah Andry.
Dalam sesi diskusi, Andry juga memberikan pesan tegas kepada para orang tua. Menjelang musim libur Natal dan Tahun Baru (Nataru), Polres Cimahi mengimbau agar orang tua memastikan anak-anak mereka sudah berada di rumah sebelum pukul 10 malam.
“Jika lebih dari jam 10 malam anak masih di luar rumah, hanya ada dua kemungkinan: anak menjadi korban kejahatan atau pelaku kejahatan,” tegasnya.
Pesan ini bukan tanpa alasan. Menurut Andry, sikap permisif orang tua bisa disalahartikan oleh anak. Oleh karena itu, ia mengingatkan pentingnya pengawasan yang konsisten.
“Jangan sampai rasa sayang kita disalahartikan oleh anak. Pilihannya hanya dua, mau anak jadi korban atau pelaku. Ini yang harus kita cegah bersama,” tandasnya.
Wakasek Humas SMAN 3 Cimahi, Muriawan, menyampaikan apresiasinya atas inisiatif Polres Cimahi. Menurutnya, peran orang tua sangat penting dalam membentuk karakter siswa.
“Pendidikan karakter harus berlanjut di rumah. Orang tua memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga keharmonisan anak-anak dengan lingkungan sekitar,” ujar Muriawan.
Ia berharap, melalui kegiatan seperti ini, siswa SMAN 3 Cimahi dapat lebih bijak dalam bersikap, terutama saat berada di luar rumah. “Semoga anak-anak kita selalu aman dan nyaman, baik di sekolah maupun di rumah,” imbuhnya.
Kegiatan parenting ini tidak hanya meninggalkan kesan mendalam bagi orang tua, tetapi juga membuka ruang komunikasi yang lebih dekat antara sekolah, kepolisian, dan keluarga.
“Harapannya, pola asuh yang baik ini bisa menekan kasus-kasus kenakalan remaja dan meningkatkan hubungan harmonis dalam keluarga,” tutup Andry.
Kegiatan ini menjadi pengingat bahwa peran orang tua dalam mendidik dan mengawasi anak sangatlah penting, terutama di masa libur sekolah. Tangis haru yang pecah di SMAN 3 Cimahi seolah menjadi refleksi bersama untuk menciptakan keluarga yang lebih harmonis dan penuh kasih sayang,"tandasnya. (Rustandi)
Posting Komentar